Membangun Model Ventilasi Angin Yang Sehat Di Rumah

Salah satu hal yang tak kalah penting di dalam sebuah rumah ialah adanya ventilasi udara atau angin. Ventilasi termasuk kebutuhan utama yang diperlukan oleh setiap penghuni rumah. Hal ini dikarenakan ventilasi merupakan alur sirkulasi udara ataupun jalan untuk keluar masuknya udara sehingga penghuni rumah didalamnya tidak akan kehabisan udara dan tetap sehat. Selain itu, terdapat beberapa manfaat dan tujuan dengan adanya ventilasi angin dirumah.

 

  1. Menghilangkan gas-gas yang tidak baik yang biasanya ditimbulkan dari keringat ataupun CO2 hasil pengeluaran yang ditimbulkan selama proses pernapasan.
  2. Menghilangkan kalor atau panas yang berlebihan di dalam ruangan
  3. Membantu menghilangkan uap air yang dapat ditimbulkan pada saat memasak, mandi, dan kegiatan lainnya.
  4. Memberikan kenyamanan dalam ruangan.


Pemasangan ventilasi angina tidak hanya dilakukan pada area ruang tamu ataupun kamar tidur. Pemasangan ventilasi angin juga diperlukan untuk bagian ruangan dapur, kamar mandi, dan bagian ruangan lainnya. Kurangnya ventilasi di dalam rumah dapat menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme yang dapat mengganggu kesehatan manusia.


Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan pada saat membangun model ventilasi sehat pada rumah anda, antara lain adalah:

  1. Volume dan kualitas udara luar yang masuk melalui ventilasi tidak hanya dapat dialirkan saja melainkan juga dapat menyaringnya.
  2. Sebisa mungkin arah pergerakan udara dari area yang bersih ke area yang kotor.
  3. Udara dari luar dapat masuk ke dalam ruangan untuk menggantikan udara kotor di dalam rumah.
  4. Luas dan jumlah ventilasi perlu diperhatikan dan sesuai dengan luas, bentuk dan jumlah ruangan yang ada di dalamnya. Selain itu, perhatikan oula jumlah penghuni, jenis dan jumalh perabotan yang ada di dalam rumah.

Pada umumnya terdapat dua jenis ventilasi yaitu model ventilasi angin alami dan model ventilasi angin mekanik. Ventilasi alami biasanya menggunakan hembusan angina yang masuk melalui jendela, pintu, ataupun ventilasi diatas pintu dan jendela. Sedangkan ventilasi mekanik biasanya menggunakan alat yang ditempatkan di dalam ruangan untuk dapat mengeluarkan dan memasukkan udara dari dan dalam ruangan.

Bentuk model ventilasi angin yang biasa digunakan adalah jendela konvensional dengan menggunakan daun jendela berbahan kaca atau panel kayu yang dapat dibuka lebar pada siang hari. Ada pula model bouvenlicht yaitu jendela yang menggunakan 2 bilah kaca yang terdapat celah diantara keduanya sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran cahaya. Jenis ventilasi ini biasanya diletakkan di kamar mandi atau toilet. Ada pula jenis ventilasi udara yang dibentuk lubang kisi-kisi angin dengan susunan horizontal. Selain itu, ada pula desain model ventilasi angin dengan menggunakan jendela kaca nako dengan bilah bilah kaca yang dapat dibuka dan tutup.

Metode pemasangan model ventilasi angin ini juga dapat bervariasi mulai dari membuat lubang di dinding, menggunakan rooster dari beragam material seperti metal, alumunium, kayu, atau beton, hingga menggunakan kusen kayu dengan kisi-kisi berarah horizontal.

System yang paling baik yang dapat anda gunakan untuk merancang system sirkulasi udara di dalam ruangan anda secara alami adalah dengan menggunakan system ventilasi silang. System ini akan membuat sirkulasi udara dapat diatur sehingga dapat mengalir dari titik ventilasi udara menuju titik ventilasi udara lainnya. Dengan adanya perbedaan tekanan ini maka aliran udara tidak akan terjebak di dalam ruangan sehingga rumah tidak akan terasa panas.

Apabila cara ini masih dirasa kurang, maka anda dapat mencoba solusi lainnya dengan menambahkan exhauster fan yang dibantu dengan energy listrik yang dapat membuang dan memasukkan udara ke dalam ruangan atau membantu pertukaran udara.